REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lingkungan Domba, Kelurahan Lopang, Kota Serang, Banten, diwarnai kemeriahan Tradisi Ngeropok, yakni pembagian berkat dan bingkisan dari ornamen Panjang Mulud kepada masyarakat setempat.
Pantauan di lapangan pada Selasa (25/8/2026) menunjukkan antusiasme anak-anak hingga orang dewasa saat Tradisi Ngeropok dimulai. Sebelumnya, ornamen Panjang Mulud yang dibuat secara swadaya dijemput dari rumah ke rumah dan diarak keliling kampung dengan iringan shalawat serta tabuhan marawis.
Baca Juga- Maulid Nabi, Saatnya Meneladani Rasulullah Melalui Empat Fondasi Kehidupan
- OJK Buka Suara Soal Pemblokiran Rekening Bank Mandiri AMPB
- Jejak Koin Dinasti Umayyah di Tapanuli: Kisah Doktrin Tauhid Khalifah Melawan Ideologi Bizantium
Setibanya di masjid dan setelah didoakan bersama, barang-barang tersebut dikemas untuk kemudian dibagikan dalam momen puncak Ngeropok.
Ketua Penyelenggara Kegiatan Muhammad Robi mengatakan Tradisi Ngeropok menjadi momen yang paling dinantikan warga. Tahun ini, antusiasme masyarakat terlihat dari terkumpulnya ratusan bingkisan.
"Tahun ini ada 104 Panjang Mulud yang berisikan sembako, perabotan rumah tangga, pakaian, hingga uang tunai. Melalui Tradisi Ngeropok, barang-barang ini kami distribusikan untuk warga di empat kampung lain," ujarnya di Serang, Selasa.
Robi mengatakan penerima berkat dari kegiatan tersebut mencakup anak-anak, pemandi jenazah, ustaz, guru ngaji, dan masyarakat umum yang membutuhkan.
View this post on Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara